Batik Indonesia Adalah Jantung Kebudayaanku

admin October 2, 2019 at 7:11

Batik Indonesia Adalah Jantung Kebudayaanku

Oleh: Destia YOULEAD Yogyakarta/PGSD UNY 2017

 

 

Selamat Hari Batik Sedunia teman-teman. Hari ini saya akan bercerita sedikit tentang batik yang menjadi ikon membanggakan negara kita. Mungkin banyak dari kamu yang sudah tahu jika batik berasal dari Pulau Jawa sejak awal abad ke-19, kemudian berkembang di daerah-daerah lain pada pertengahan tahun 1980-an. Pemerintah Indonesia mencatat adanya budaya batik di 23 dari 33 provinsi di Indonesia. Batik diwariskan lintas generasi, yang pembuatannya mengandung nilai sakral, di mana pengrajin batik akan berpuasa dan berdoa sebelum membatik selagi bermeditasi dengan lagu tradisional. Terdapat beberapa pengrajin batik yang mewarisi tradisi ini dari generasi-generasi sebelumnya, namun sebagian besar pengrajin mempelajari tradisi batik sebagai bagian dari seni budaya.Sebagai bangsa Indonesia, tentunya kita seringkali merasa bangga akan batik sebagai warisan budaya bangsa. Terlebih lagi, Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2009.

Melalui UNESCO, dunia internasional telah mengakui batik sebagai budaya tak benda warisan manusia yang berasal dari Indonesia. Namun, batik Indonesia bukanlah produk massa yang sekadar memiliki corak tanpa makna. Masuknya batik ke dalam Daftar UNESCO membawa kewajiban bagi Indonesia untuk melindungi tradisi batik, sehingga kita sebagai bangsa Indonesia harus dapat memaknai dan melestarikan ikon budaya dunia ini, serta mengetahui aspek-aspek tradisi batik yang perlu dilindungi.

 

Lalu kenapa batik harus dilestarikan? Lalu apa saja elemen-elemen yang mendukung batik harus dilestarikan? Yuk simak poin di bawah

1.Perajin Batik dan Industri Batik

Seni batik sudah menyebar luas di masyarakat bahkan profesi sebagai pembatik sudah menjadi mata pencaharian masyarakat terkhusus kaum perempuan.

 

2. Event Bertema Batik

Event lokal bertema batik sudah rutin diselenggarakan di berbagai daerah, Pameran Nasional yang mengkolaborasikan sektor pariwisata, perdagangan dan investasi yang diikuti oleh peserta di wilayah Indonesia, Pekan Batik Internasionl yang pernah dikunjungi oleh turis domestik dan mancanegara.

 

3. Museum Batik

Museum batik melakukan berbagai upaya untuk melestarikan seni batik diantaranya pengadaan koleksi, tindakan konservasi terhadap koleksi, dan tindakan preventif dalam pelestarian koleksi. Tidak dipungkiri bahwa saat ini museum menghadapi beberapa kendala dalam upaya pelestarian batik diantaranya sarana dan prasarana museum, tenaga kerja, dan pendanaan.

 

4.Tujuan Wisata

Setelah diakui oleh UNESCO bahwa batik merupakan Indonesian Cultural Heritage, maka geliat industri batik dan pariwisata batik semakin terlihat nyata. Digelarnya event-event rutin yang bertema batik setiap tahun telah mengundang para turis baik domestik dan luar negeri untuk datang melihat, membeli dan bahkan investasi.

 

Menurut saya, urgensi batik adalah ketika para produksi tidak lagi memaknai sebuah proses pembuatan batik secara sakral, para generasi saat ini tak juga perduli bagaimana nasib keindahan yang harus dilestarikan dalam budaya indonesia

Budaya tak benda warisan manusia adalah faktor penting dalam memelihara keberagaman budaya dunia di tengah derasnya arus produksi dan konsumsi batik,dengan berbagai model pembeharuan batik kita perlu memperhatikan makna dan cara pembuatannya agar tetap melekat keunikan dan ciri khas batik kebudayaan indonesia kita sendiri, dan bukan produk masal semata. Banyaknya pemakaian batik secara komersil dapat membuat masyarakat terjebak dalam pemahaman sempit yang mengecilkan makna dari tradisi batik. Di sisi lain positif nya ,tingginya ketersediaan batik dapat dimanfaatkan untuk memaknai esensi budaya batik yang kaya akan simbol dan filosofi.

Dari berbagai elemen dan aspek yang mendukung warisan batik untuk harus dijaga nilai dan kelestariannya disisi lain agar tidak direnggut hak cipta batik tersebut oleh negara lain,  terlebih proses significan batik dalam ajang kebudayaan nusantara sudah melekat dalam ingatan dan hati para penikmat kebudayaan itu sendiri sudah selayaknya dinilai mahal dari berbagai segi dalam kancah internasional.

 

Referensi: https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/felicia-yuwono/memaknai-batik-sebagai-budaya-warisan-manusia