Latar Belakang

Indonesia menjadi negara dengan beragam potensi yang dapat dikembangkan di berbagai lini baik dalam aspek sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Faktor kekayaan tersebut menjadi modal besar untuk membuat sebuah perubahan dan membangun peradaban khususnya dalam konteks kepemimpinan. Dalam hal ini pemimpin atau kepemimpinan akan selalu hangat dan menarik untuk dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat. Keberadaan pemimpin menjadi 'point of view' sebuah peradaban yang menarik untuk dikaji dan dipersiapkan khususnya dalam membangun sebuah perubahan yang berkemajuan.

Kemudian dalam merespon dan menghadapi perkembangan dan perubahan zaman yang begitu cepat diperlukan sebuah skema yang lebih 'fresh' untuk mempersiapkan pemimpin masa depan aga mampu berkompetisi secara aktif dalam menjawab tren perubahan zaman. Fase tren perkembangan revolusi industry 4.0 yang ditangkap oleh negara-negara besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia guna menjawab tantangan tersebut melalui perpaduan 'Human Development Program' beserta dengan ilmu teknologi yang dikembangkan, menuntut anak-anak muda untuk ikut terlibat dalam mempersiapkan sebuah peradaban berkemajuan yang memiliki jiwa integritas di masa depan.

Hal ini menjadi kewajiban yang patut dipersiapkan sedini mungkin agar dalam menghadapi 'problem' masyarakat maupun negara, calon pemimpin muda yang dipersiapkan kelak mampu hadir dan memberikan solusi ditengah-tengah masyarakat. Belum lagi ditambah dengan kondisi Indonesia yang berada dalam fase bonus demogafi dimana jumlah penduduk dengan usia produktif berada pada jumlah tertinggi daripada penduduk non-produktif. Ini menjadi sebuah modal besar yang sepatutnya dapat dioptimalkan untuk mempersiapkan pemimpin muda strategis dengan jiwa integritas yang kelak mampu menjawab permasalahan dan tantangan masa depan.

Namun dalam konteks ini, bangsa ini masih memiliki beragam kendala yang menghambat mimpi besar yang dicita-citakan. Salah satu dar beragam problem tersebut adalah tentang krisis terbesar bangsa ini yang masih erat kaitannya dengan belum ketiadaan calon pemimpin muda yang visioner, kompeten, dan memiliki integritas dalam kepemimpinannya. Pemimpin yang diharapkan mampu merajut titik temu dari berbagai elemen yang berbeda baik dari sisi ideologi, budaya, dan tradisi untuk membangun suatu tatanan masyarakat berintegritas yang bergerak menuju peradaban berkemajuan.

Keberadaan seorang pemimpin menjadi sebuah faktor penting dalam membangun sebuah perubahan dimulai dari hulu hingga hilir dalam setiap proses yang dijalankan. Pemimpin menjadi sebuah refleksi penting yang patut diperhatikan dan diperhitungkan untuk membangun sebuah peradaban dan membuat sebuah perubahan.




Bentuk Program

1. Pembinaan

Pembinaan dilakukan secara nasional, regional, wilayah, dan penugasan personal.

2. Pendampingan

Setiap penerima manfaat akan didampingi aktivis penerima manfaat BAKTI NUSA. Pendampingan dilakukan dalam aspek perencanan hidup, spiritual, akademik, sosial dan organisasi.

3. Pemberdayaan

Penerima manfaat YouLead diberdayakan dalam aktifitas pembinaan Adik Asuh atau sosial project wilayah.

4. Jaringan Kepemimpinan

a. Seluruh penerima manfaat YouLead tergabung dalam YL Club.
b. YOULEAD Club adalah wadah berkumpul, berkolaborasi, dan berkontribusi seluruh anggota YouLead.

GABUNG DAN DISKUSI DENGAN KAMI
TESTIMONIAL

Sebaik-baiknya investasi adalah menanam kepemimpinan. Inilah penjamin kejayaan di masa depan.

Guru Agung Pardini

Mentor Sekolah Kepemimpinan Bangsa

Saya mendukung program YOULED. Bagi saya program ini adalah pilihan yang tepat untuk kita berada didalamnya karena selain semangatnya menciptakan kaderisasi pemimpin muda, kita juga di tanamkan nilai-nilai integritas dan amanah dimanapun kita berada

Triana Rachmawati

BA 2 UNS